Ujian Akhir Semester Mata Kuliah E-Learning Prodi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Kediri
NIM : 932502315
Kelas : A
PERAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DALAM UPAYA PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER
Dalam Undang-undang RI No. 20 tahun 2003, tentang UUSPN pasal 3 dijelaskan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Pasal 1 UU tersebut juga menjelaskan bahwa pendidikan adalah “usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara” (Depdiknas, 2003:3).
Untuk itu, pendidikan karakter menjadi sesuatu yang penting untuk membentuk
generasi yang berkualitas. Pendidikan karakter merupakan salah satu alat untuk
membimbing seseorang menjadi orang baik, sehingga mampu memfilter pengaruh yang
tidak baik.
Perkembangan
ilmu, teknologi, komunikasi serta arus globalisasi membawa dampak perubahan
pada berbagai aspek kehidupan tak terkecuali dalam bidang pendidikan.
Lingkungan keluarga yang seharusnya menjadi lembaga pendidikan, kurang berperan
dalam membangun karakter anak. Orang tua lebih banyak sibuk dengan urusannya
sendiri, sehingga tidak ada waktu untuk berinteraksi dan mendidik anak.
Akibatnya, anak lebih banyak dididik oleh tayangan-tayangan TV maupun internet
yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa.
Sekolah
merupakan tempat melaksanakan pendidikan setelah pendidikan dalam keluarga. Sekolah merupakan tempat untuk menimba ilmu dan mengembangkan potensi, selain itu sekolah juga merupakan tempat
untuk menanamkan nilai karakter. Permasalahannya selama ini penanaman nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah hanya sebatas indoktrinatif dan
dalam pengetahuan atau
teori saja, dan belum pada taraf penanaman dan pelaksanaan dalam perilaku nyata sehari-hari.
Dalam dunia pendidikan, pendidik atau guru amatlah
seseorang yang penting dalam mendidik atau membangun karakter peserta didik. Seorang
pendidik yang baik yaitu tidak hanya mendidik atau mengajar mengenai mata
pelajaran saja, akan tetapi juga mendidik dan membentuk karakter yang baik peserta
didiknya. Pendidik menjadi sosok pembawa pengaruh yang amat besar dampaknya
dalam membangun karakter peserta didik. Jika seorang pendidik memberikan
teladan yang baik bagi peserta didiknya maka ia pun juga baik, adapun jika
pendidik tidak memberi teladan yang baik atau tidak mendidik karakter yang baik
maka akibatnya peserta didik pun karakternya pun tidak baik .
Oleh karena itu, aspek psikologis memiliki kontribusi
yang sangat berarti dalam mendidik peserta didik, yaitu bagaimana pendidik
dapat memahami lingkungan pembelajaran yang bukan hanya bersifat homogen saja
tetapi juga bersifat heterogen dalam beberapa hal seperti banyaknya
gejala-gejala gangguan psikologis yang ditunjukkan oleh anak didik yang
merupakan gejala atau aktivitas umum jiwa manusia. (Abi Manyu dan La Sulo,
1990:14), sehingga proses pembelajaran mengenai teori dan pembentukan karakter
dapat berlangsung secara optimal.

Komentar
Posting Komentar