UAS E-LEARNING PRODI PENDIDIKAN BAHASA ARAB IAIN KEDIRI
NAMA : SITI RIADHOTUN NIFUL LAILY
NIM : 932502315
KELAS : A
Dalam
proses belajar, ada beberapa anak yang memiliki kesulitan dalam belajar salah
satunya sulit membedakan kata-kata, misalnya kata hunaa (disini) dan hunaak
(disana). Anak tersebut bukan tidak mampu membedakan kata tersebut, tetapi dia
mengalami kesulitan membedakan kata-kata yang hampir sama. Kesulitan memahami
kata-kata yang hampir sama umumnya dijumpai pada usia anak-anak karena pada
masa anak-anak ini merupakan masa-masa pemerolehan bahasa. Pemerolehan
bahasa pertama anak dan perkembangan bahasa atau
komunikasi pada anak merupakan salah satu aspek dari tahapan perkembangan anak
yang seharusnya tidak luput dari perhatian para pendidik pada umumnya dan orang
tua pada khususnya. Untuk itu, sebagai orang tua atau
pendidik perlu menguasai konsep mengenai pemerolehan dan perkembangan bahasa.
Jean Piaget menyatakan bahwa
bahasa itu bukanlah suatu ciri alamiah yang terpisah, melainkah salah satu di
antara beberapa kemampuan yang berasal dari kematangan kognitif. Bahasa
distrukturi oleh nalar, maka perkembangan bahasa harus berlandas pada perubahan
yang lebih mendasar dan lebih umum di dalam kognisi. Jadi, urut-urutan
perkembangan kognitif menentukan urutan perkembangan bahasa. Menurut piaget struktur yang
kompleks itu bukan pemberian alam dan
bukan sesuatu yang dipelajari dari lingkungan melainkan struktur itu timbul secara tak terelakkan sebagai akibat
dari interaksi yang terus menerus antara tingkat fungsi kognisi anak
dengan lingkungan kebahasaannya.
Teori
yang akan digunakan untuk membantu anak yang mengalami kesulitan memahami
kata-kata yang hampir sama adalah teori pengembangan kognitif Jean Piaget.
Piaget membangun teorinya berdasarkan konsep skema, yaitu struktur mental atau
kognitif yang menyebabkan seseorang secara intelektual beradaptasi dan
mengkoordinasikan lingkungan sekitarnya. Menurut piaget, proses belajar
(memahami sesuatu) berlangsung dalam tiga tahapan yakni Asimilasi, Akomodasi,
dan Equilibrasi. Anak pertama mengetahui informasi baru mengenai arti kata hunaa
atau disini (kata penunjuk yang menyatakan tempat yang dekat dengan
pembicara) dan dipraktikkan dengan tindakan terlebih dahulu. Ketika anak sudah
memahami dan dapat menyesuaikan diri dengan kata tersebut, maka tambahlah
dengan kata atau informasi baru yaitu kata hunaak atau disana (kata
penunjuk untuk menyatakan tempat yang agak jauh dari pembicara) jelaskan dan
praktikkan kembali sampai anak tersebut dapat memahami. Setelah itu perintahlah
anak tersebut untuk mempraktikkan kata hunaa dan hunaak.
Dari permasalahan di atas maka penulis memiliki alternatif
yang digunakan para orang tua atau guru dalam menjelaskan kepada anak yang
kesulitan memahami kata-kata yang hampir sama yaitu : Melalui pemberian
bimbingan secara berkala dan dengan kesabaran yang tinggi dan bekerja sama
dengan orang tua atau guru untuk selalu memberikan bimbingan kepada anak
tersebut. Menyemangati anak untuk selalu mau belajar entah membaca atau menulis
dan lain sebagainya. Usaha orang tua dalam hal untuk memperkaya perbendaharaan
kata anak melalui dengan berbagai macam cara, antara lain dengan menambah
permainan, mengajak anak bepergian atau berjalan-jalan, memanfaatkan sarana
media massa bergambar, mempersiapkan belajar matematika, dan memasukkannya ke
sekolah Taman Kanan-kanak (TK). Maka dengan usaha itu, diharapkan anak dapat
menambah perbendaharaan kata, pengetahuan, dan pengalaman sebanyak-banyaknya.
Para ahli sependapat bahwa pembentukan atau
perkembangan bahasa pada anak-anak sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor
latihan dan motivasi (kemauan) untuk belajar dengan melalui proses conditioning
dan reinforcement. Meskipun isi dan jenis bahasa yang dipelajari
manusia itu berbeda-beda, namun terdapat pola urutan perkembangan yang
universal dalam proses perkembangan bahasa itu, mulai dengan meraban, lalu
bicara monolog (bicara dengan dirinya atau benda sekitarnya), haus nama-nama,
kemudian gemar bertanya, membuat kalimat sederhana (satu, dua, tiga kata)
ibahasa ekspresif (dengan belajar menulis dan membaca dan menggambar
permulaan).
Dari pemaparan di atas penulis dapat menyimpulkan
bahwa pada masa anak-anak merupakan awal pemerolehan bahasa, sudah sewajarnya
jika anak mengalami kesulitan dalam memahami kata-kata yang hampir sama. Untuk
itu, peranan orang tua dan para pendidik untuk memasukkan perbendaharaan kata
baru dalam ingatan mereka dengan melalui komunikasi sehari-hari, melalui
pembelajaran di sekolah yang di mulai dari pendidikan usia dini yang di
dalamnya diajarkan mulai pengenalan huruf dan kata sangatlah penting. Intinya,
peranan dan dorongan orang tua dan para pendidik pada masa ini sangat
diperlukan demi perkembangan bahasa anak.

Komentar
Posting Komentar